Family Featured

Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Pasangan Anda

Pernahkah Anda memberikan pujian pada pasangan akan keunikannya yang tidak ada padamu? Mungkin sebagian besar perempuan enggan memberikan pujian pada suaminya karena mereka beranggapan nanti dia besar kepala atau saya dianggap murahan atau segudang alasan lainnya. Demikian pula suami, mungkin mereka beranggapan tidak perlu memuji kecantikan istrinya lagi misalnya karena sudah suami-istri, malu kalau didengar anak-anak, nanti diberi tanggapan sinis dari istrinya (“Pasti ada maunya”). Alasan-alasan tersebut sering dijumpai dalam hubungan sebagian besar pria dan perempuan.

Coba Anda beri pujian pada pasangan tanpa memikirkan lagi tanggapan negatif yang mungkin dia berikan. Anda bisa bayangkan apa yang terjadi padanya ? Pujian itu seperti semprotan adrenalin yang memberikan semangat padanya, dan timbul perasaan senang dan puas akan dirinya. Misalnya Anda memuji masakan istri Anda enak (meskipun Anda tahu makanan tersebut agak asin) tetapi tanggapan dia akan luar biasa dan dia akan memasak yang lebih enak lagi di lain waktu. Tentu hal ini menyenangkan pula bagi Anda.

Sebaliknya kritik akan melubangi perasaan dan menyebabkan tenaga keluar percuma antara lain sakit hati, marah dan perasaan negatif lainnya. Kritik membuat kita merasa sudah mengecewakan seseorang. Berbeda dengan pujian yang membantu memenuhi dua kebutuhan dasar manusia yaitu merasa dirinya berarti, diperlukan, penting; dan kebutuhan merasa aman dalam suatu hubungan, saling memiliki dan selalu siap satu sama lain. Dari riset diketahui bahwa semua orang begitu ingin dipuji oleh orang lain entah karena prestasi, penampilan atau hal lainnya.

Mungkin ada yang bingung apa ya yang harus saya puji dari diri pasangan saya? Semuanya biasa saja, tak ada yang istimewa darinya. Cobalah Anda teliti lagi. Bisa saja perbedaan kepribadian merupakan salah satu keunikan yang bila dipuji akan memberikan pancaran kekuatan baru baginya. Misalnya Anda termasuk orang yang teliti, teratur dan tertutup. Berbeda dengan pasangan anda yang periang, terbuka. Dia begitu senang membicarakan hal-hal pribadi pada orang lain bahkan pada orang yang belum dikenal. Sedangkan Anda, pada orang yang telah akrab baru bisa mengutarakan hal-hal yang bersifat pribadi.

Berbeda dengan istri yang perlu mempertimbangkan berjam-jam bahkan berhari-hari dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum melaksanakannya. Dan ini membuat kesal suaminya. Tetapi dengan pemahaman perbedaan kepribadian tersebut mereka dapat saling mengisi. Suami dengan idenya yang spontan tanpa memikirkan apakah dapat terlaksana atau tidak, dibantu oleh istri dalam merealisasikan.

Bisa juga Anda berdua membicarakan masa lalu atau saat pacaran yang berkesan. Misal dulu sewaktu pacaran, dia rela antri 1 jam hanya untuk membeli tiket bioskop yang Anda minta. Berikan pujian atas tindakannya saat itu. Kekurangan pasangan merupakan kelebihan Anda. Sebagai suami-istri dan pasangan yang cocok seharusnyalah saling mengisi. Bukan menjadikan kekurangan sebagai senjata untuk menyerangnya tetapi sebagai kekuatan untuk membina cinta diantara Anda berdua. Temukan sisi-sisi menarik dari pasanganmu dan berilah pujian baginya sehingga ia juga memiliki tenaga untuk memupuki tanaman cinta Anda berdua agar senantiasa berkembang.

Artikel Menarik Lainnya:

Similar Posts

Leave a Reply